Berlaga di nomor bergengsi, Ray menorehkan catatan impresif. Ia mencetak waktu 20,90 detik pada nomor surface 50 meter putri, serta menuntaskan nomor apnea 50 meter putri dalam waktu 19,88 detik. Hasil ini menjadi bayaran lunas atas kerja keras yang ia persiapkan secara matang.
"Senang banget pastinya dan bersyukur banget. Latihan yang satu tahun ini ternyata enggak sia-sia. Walaupun belum bisa mendapatkan medali emas, tetap bersyukur atas apa yang sudah didapat hari ini," ungkap Ray saat dijumpai pada Jumat (23/10/2026) malam.
Perjalanan karier Ray di dunia selam telah memakan waktu lebih dari satu dekade. Berawal dari menggeluti olahraga renang, ia mulai jatuh cinta pada selam sejak 2012 setelah melihat rekan-rekannya melakukan diving. Penggunaan fin (sirip) dan monofin yang menawarkan tantangan berbeda menjadi daya tarik utamanya.
Bakatnya langsung terbukti saat ia memborong satu medali emas dan dua perak di Porprov Jateng 2013, yang disusul dengan tambahan satu medali perak pada Porprov 2018.
Meski sarat pengalaman hingga ke tingkat nasional melalui Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 serta berbagai kejuaraan lainnya, langkah Ray tidak selalu berjalan mulus. Ia sempat menelan kekecewaan saat gagal membawa pulang medali pada Porprov Pati Raya 2023. Namun, pasang surut prestasi itu justru menjadi pelecut semangatnya untuk membuktikan diri dan kembali naik podium di tahun ini.
"Porprov Jateng tahun ini baru dapat medali lagi. Dua medali perak saya persembahkan yang jelas untuk orang tua, kemudian untuk Kota Solo yang selalu support dan teman-teman lainnya," pungkas Ray.
Kembalinya Ray Aditya Setyaningrum ke tangga juara tidak hanya sekadar menambah perolehan medali bagi kontingen Kota Bengawan. Pencapaian ini sekaligus memberikan pesan kuat bagi generasi muda bahwa kegagalan bukanlah akhir, melainkan proses menuju kebangkitan.