Surakarta – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Surakarta menggelar Rapat Pemantapan Program Kerja Tahun Anggaran 2026 di Megaland, Senin (29/12/2025). Rapat ini menjadi langkah strategis dalam menyusun arah kebijakan dan pengelolaan anggaran olahraga di tengah efisiensi dana pemerintah.
Ketua Umum KONI Kota Surakarta, Her Suprabu, menegaskan pentingnya penyelesaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) pada setiap periode penganggaran serta pembenahan administrasi secara menyeluruh. Ia berharap, mulai tahun 2026, seluruh transaksi keuangan KONI, baik kepada cabang olahraga (cabor) maupun operasional, sudah 100 persen non-tunai sebagai bentuk peningkatan transparansi dan akuntabilitas.
Selain itu, Her Suprabu juga menekankan pentingnya pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (MONEV) ke cabang olahraga secara lebih optimal. Menurutnya, MONEV tidak hanya sebagai alat evaluasi, tetapi juga bentuk perhatian dan pendampingan KONI kepada cabor dalam pembinaan prestasi atlet.
Pada kesempatan tersebut, Her Suprabu turut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada jajaran kepengurusan KONI Kota Surakarta periode 2025–2029 yang telah bekerja dengan sepenuh hati dalam memajukan olahraga Kota Bengawan.
Terkait gambaran anggaran 2026, Her Suprabu menjelaskan adanya efisiensi anggaran dari sebelumnya sekitar Rp11 miliar menjadi Rp8 miliar, yang seluruhnya bersumber dari APBD. Dari total anggaran tersebut, sekitar Rp4 miliar dialokasikan khusus untuk insentif pelatih dan atlet. Oleh karena itu, rapat ini difokuskan untuk membahas skala prioritas penganggaran agar efisiensi tidak berdampak pada penurunan prestasi atlet.
“Efisiensi ini harus dimaksimalkan dengan pengelolaan yang tepat, sehingga prestasi atlet tetap terjaga,” ujarnya.
Sementara itu, Bendahara Umum KONI Kota Surakarta, Rudi Jauhari, menyampaikan bahwa KONI akan berupaya maksimal mengelola anggaran yang tersedia secara efektif dan bertanggung jawab. Ia juga berharap ke depan masih ada peluang penambahan anggaran guna mendukung pembinaan olahraga secara lebih optimal.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran di berbagai lini pemerintahan, kepengurusan KONI Kota Surakarta periode 2025–2029 berkomitmen untuk tetap bekerja maksimal dalam pengelolaan olahraga daerah dengan mengedepankan akuntabilitas, transparansi, dan skala prioritas, demi menjaga dan meningkatkan prestasi olahraga Kota Surakarta.