Sumbang Emas di Asian Taekwondo Open 2026, Atlet Solo Muhammad Hafizh Tatap Olimpiade LA 2028
03 August 2026, 13:17:007 hours ago

news-image
JAKARTA – Atlet taekwondo asal Kota Surakarta, Muhammad Hafizh Fachrur Rhozy, sukses menorehkan prestasi gemilang dengan menyumbangkan medali emas bagi Indonesia di ajang 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championship 2026. Kejuaraan bergengsi ini berlangsung di Indoor Tennis, Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, pada 1–5 Agustus 2026.

Turnamen yang berstatus World Taekwondo G2 ini diikuti oleh 478 taekwondoin dari 36 negara. Indonesia selaku tuan rumah menurunkan 31 atlet, yang terdiri atas 20 atlet kyorugi dan 11 atlet poomsae dari pemusatan latihan nasional (pelatnas) Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI). Memasuki hari kedua kejuaraan, kontingen Merah Putih tampil perkasa dengan mengumpulkan total enam medali emas, tiga medali perak, dan tiga medali perunggu.

Ketua Umum PBTI, Richard Tampubolon, mengemukakan bahwa ajang ini merupakan bagian integral dari pembangunan sistem prestasi jangka panjang guna mengembalikan atlet Indonesia ke panggung Olimpiade.
"Dari 31 atlet yang diturunkan, terdapat tiga atlet yang diproyeksikan berlaga pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Sehingga ajang ini sekaligus menjadi momentum krusial untuk mengukur kemampuan dalam menghadapi lawan-lawan tangguh dari berbagai negara di Asia," tegas Richard.

Selain sebagai ajang uji coba, kejuaraan G2 ini juga menyediakan poin peringkat dunia yang sangat dibutuhkan para atlet dalam perjalanan panjang mereka menuju Olimpiade Los Angeles 2028.

Prestasi Muhammad Hafizh Fachrur Rhozy mendapat apresiasi khusus dari berbagai pihak, tak terkecuali dari insan olahraga di daerah asalnya, Kota Surakarta. Praktisi sekaligus akademisi Taekwondo Jawa Tengah yang juga menjabat sebagai Pengurus KONI Kota Surakarta Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) dan Pulahta, Master Singgih Hendarto, menyebut Hafizh sebagai aset penting olahraga nasional.

"Hafizh memang sudah masuk Pelatnas dan terus menjadi andalan Timnas sampai dengan saat ini. Dia benar-benar dibina sejak SD oleh Pak Hakiman (Ketua Pengkot TI Surakarta saat ini), hingga bisa masuk ke Pelatda dan Pelatnas. Harapannya, atlet-atlet poomsae yang lain bisa mengikuti jejaknya," ujar Master Singgih.

Terkait peluang Hafizh menuju Olimpiade LA 2028, Master Singgih menegaskan bahwa kejuaraan G2 ini adalah salah satu gerbang pengumpulan poin. "Masih ada beberapa rangkaian kejuaraan selanjutnya untuk mendapatkan poin lolos Olimpiade. Kami tentu tetap optimistis," tambahnya.

Rasa bangga juga diutarakan oleh tokoh pemuda dan olahraga Surakarta sekaligus Ketua Umum KONI Kota Surakarta, Her Suprabu. Pria yang akrab disapa Mas Her ini menilai emas dari Hafizh semakin membuktikan bahwa Kota Bengawan tidak pernah kehabisan stok atlet berkualitas yang mampu bersaing di level internasional.

"Ini adalah torehan prestasi yang sangat membanggakan untuk warga Kota Surakarta dan Indonesia. Solo memiliki stok atlet berkualitas. Setelah kemarin Mbak Shava akan berlaga di kejuaraan atletik internasional di Oregon, Amerika, dan Putri Fadilah di Malaysia Open untuk cabor anggar, kini giliran Hafizh. Kami sangat yakin Mas Hafizh mampu dan bisa lolos ke Olimpiade Los Angeles 2028," pungkas Her Suprabu.
Berita Lainnya Lihat Selengkapnya