SEMARANG, konisolo.com — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Surakarta melakukan studi tiru ke KONI Kota Semarang, Selasa (16/12/2025), untuk mempelajari penerapan standar manajemen mutu ISO 9001 sebagai fondasi profesionalitas organisasi olahraga.
Rombongan KONI Surakarta dipimpin langsung Ketua KONI Her Suprabu dan disambut Ketua KONI Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban, namun tetap fokus pada diskusi serius mengenai pembinaan olahraga prestasi dan tata kelola organisasi yang sehat.
Arnaz menegaskan, dunia olahraga tidak hanya bicara soal medali, tetapi juga tentang membangun sistem yang profesional dan berkelanjutan. Menurutnya, olahraga merupakan bagian dari harga diri bangsa sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara bertanggung jawab.
“Profesionalisme organisasi harus didahulukan sebelum bicara prestasi. Dari situlah prestasi akan lahir,” tegas Arnaz.
Ia menjelaskan, penerapan ISO 9001:2015 sejak 2021 menjadi langkah strategis KONI Kota Semarang untuk memperbaiki kultur organisasi, meningkatkan transparansi anggaran, serta memastikan setiap program benar-benar berdampak bagi atlet dan pelatih. Dengan standar tersebut, setiap bidang dituntut kreatif, inovatif, dan tidak sekadar menyalin program tahun sebelumnya.
“Anggaran olahraga berapa pun tidak akan pernah cukup. Karena itu, tata kelola yang profesional sangat penting agar anggaran lebih banyak dirasakan langsung oleh cabang olahraga, atlet, dan pelatih,” ujarnya.
Arnaz juga menilai KONI harus menjadi rumah kedua bagi atlet, hadir dekat dengan cabang olahraga, serta memberi perhatian pada pembinaan karakter dan kesejahteraan atlet. Dalam kesempatan itu, ia turut mengapresiasi KONI Surakarta yang telah memiliki divisi event dan sport tourism, yang dinilai mampu memperluas manfaat olahraga hingga ke sektor ekonomi daerah.
Sementara itu, Ketua KONI Kota Surakarta Her Suprabu mengaku banyak belajar dari pengalaman KONI Kota Semarang dalam menerapkan ISO 9001. Ia menyebut, hingga saat ini KONI Kota Semarang menjadi satu-satunya KONI di Jawa Tengah yang telah mengantongi sertifikasi ISO.
“Kami ingin belajar secara detail, mulai dari proses, pendampingan konsultan, hingga pembiayaannya. Harapannya, maksimal 2027 KONI Surakarta bisa mengikuti jejak KONI Semarang dalam penerapan ISO,” kata Her Suprabu.
Selain mempelajari standar ISO, rombongan KONI Surakarta juga meninjau kesiapan sejumlah venue yang akan digunakan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 di Kota Semarang. Diskusi turut mencakup mekanisme Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) serta pengelolaan perpajakan organisasi.
Kunjungan studi tiru ini diharapkan memperkuat sinergi antar-KONI daerah dan mendorong terwujudnya pembinaan olahraga yang profesional, transparan, serta berorientasi pada prestasi dan kemanfaatan jangka panjang.