Ditempa Pelatih Olimpiade asal Prancis di Bali, Atlet Anggar Surakarta Siap Jadi Lumbung Emas
10 August 2026, 15:49:3719 hours ago

news-image
SURAKARTA – Demi mengasah ketajaman dan mental juara di level internasional, empat atlet anggar andalan Kota Surakarta menjalani pemusatan latihan bergengsi (International Training Camp) di Canggu, Kabupaten Badung, Bali. Tak tanggung-tanggung, mereka dibekali langsung oleh pelatih anggar legendaris kelas Olimpiade asal Prancis, Daniel Levavasseur.

Pemusatan latihan yang berlangsung pada 1 hingga 8 Agustus 2026 ini menjadi ajang uji nyali sekaligus transfer ilmu yang luar biasa. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari para atlet dan Pelatih Senior Anggar Kota Surakarta, Hendra Faradilah, program ini diikuti oleh peserta dari 16 negara.

Selain Indonesia, kamp pelatihan ini dihadiri oleh atlet dan delegasi dari Prancis, Spanyol, Belgia, Amerika Serikat, Hongkong, Singapura, Malaysia, Timor Leste, Taipei, Australia, Tiongkok, Macau, hingga Selandia Baru. Kehadiran negara-negara dengan tradisi anggar yang kuat membuat intensitas latihan dan sparring berjalan sangat kompetitif.

Empat delegasi atlet yang mewakili Kota Surakarta dalam agenda internasional tersebut adalah:

  • Sandy Dafa Faradilah

  • Tasya Allisya Sukarno Putri

  • Galung Satrio Wibowo

  • Vitson Bastian Kusuma Negara

Menurut Hendra Faradilah, kesempatan berlatih di bawah bimbingan Daniel Levavasseur memberikan dampak yang sangat signifikan, baik dari segi penyempurnaan teknik dasar, strategi pertarungan, hingga penguatan mental bertanding para atlet saat berhadapan dengan lawan dari berbagai benua.

Inisiatif dan kemandirian cabang olahraga (cabor) anggar ini mendapat sorotan positif dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Surakarta. Ketua Umum KONI Kota Surakarta, Her Suprabu, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas langkah proaktif yang diambil oleh cabor anggar.
Menurut Her Suprabu, mentalitas dan keseriusan seperti inilah yang dibutuhkan untuk mencetak atlet berprestasi di kancah nasional maupun internasional.
"Melihat keseriusan dan program yang dijalankan, pantas jika anggar ini ke depannya menjadi lumbung medali emas bagi Kota Surakarta," tegas Her Suprabu.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan pembinaan atlet tidak bisa lepas dari sinergi berbagai pihak. Upaya mandiri cabor harus terus didukung dan dijadikan role model (panutan).

"KONI dalam pembinaan memang tidak bisa berjalan sendiri. Peran orang tua atlet, dukungan dari Pemerintah Kota, serta kemandirian dari cabor itu sendiri sangat penting untuk berkolaborasi dalam meningkatkan prestasi atlet. Apa yang dilakukan oleh cabor anggar saat ini sangat baik dan patut untuk dicontoh oleh cabor-cabor lainnya di Surakarta," pungkasnya.

Dengan berbekal ilmu baru dari Training Camp internasional ini, keempat atlet anggar Surakarta diharapkan mampu tampil maksimal dan membawa pulang kepingan emas pada kejuaraan-kejuaraan penting di masa mendatang.
Berita Lainnya Lihat Selengkapnya