Satu-satunya medali emas bagi kontingen Surakarta dipersembahkan oleh Anandika Aryo Risan yang turun pada nomor Randori Putra kelas > 60-65 kg. Perjalanan Anandika menuju podium tertinggi terbilang impresif. Ia berhasil menundukkan perlawanan sengit atlet dari kontingen Semarang secara berturut-turut, baik di babak semifinal maupun partai final.
"Alhamdulillah, hasil latihan selama ini membuahkan hasil. Tadi di semifinal dan final saya bertemu dengan atlet Semarang dan berhasil menang. Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada pelatih saya sejak kecil di tahun 2010, Simpai Halim, lalu kepada Sensei Zulkifli Nasution, teman-teman tim, terutama Dafa yang sedang berhalangan main karena cedera, serta dukungan orang tua dan warga Surakarta," ungkap Anandika usai pengalungan medali.
Perjuangan Ekstra di Tengah Badai Cedera
Di balik raihan tujuh medali tersebut, terdapat kisah perjuangan luar biasa dari skuad Kempo Surakarta. Pelatih Kempo Surakarta, Halim Zul Karnain, mengungkapkan bahwa timnya harus menghadapi kendala teknis yang cukup berat menjelang hari pertandingan.
"Secara keseluruhan pertandingan berjalan lancar sesuai prediksi, meski cukup ketat terutama di partai final. Target awal kita sebenarnya dua emas, namun kali ini sedikit meleset dan kita membawa pulang satu emas, tiga perak, dan tiga perunggu. Namun, saya sangat mengapresiasi perjuangan anak-anak," jelas Coach Halim.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa persiapan tim sempat terganggu oleh cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) yang menimpa salah satu atlet andalan mereka, Dafa, hanya dua pekan sebelum Porprov bergulir. Dafa sedianya diturunkan pada tiga nomor teknik (Embu).
"Akhirnya kami harus melakukan pergantian pemain mendadak yang tentu mengganggu persiapan tim. Namun luar biasanya, meski dengan persiapan yang sangat mepet, nomor yang digantikan tersebut masih mampu meraih medali perak. Saya juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Sensei Zulkifli Nasution selaku koordinator pelatih, para senior, orang tua atlet, dan seluruh warga Solo atas dukungannya," tambahnya.
Adapun rincian perolehan medali lainnya untuk Kempo Surakarta didominasi dari nomor beregu dan putri. Tiga medali perak masing-masing disumbangkan oleh Krisna Ardian Budi Perdana (Randori Putra kelas < 55 kg), tim Embu Beregu Putra (Krisna Ardian Budi Perdana, Anandika Aryo Risan, Adrianus Vigo Angelo, Rasya Raditya, Hakim Muifilit, dan Wirra Ardhie Dharma), serta tim Embu Beregu Putri (Ega Kenya Tirtawana, Fatima Azzahro Aranti Putra, Sabella Letiza Orvala, Nabila Dwi Aryani, Kinanti Prananta, dan Felicia Prameswari Sungkono).
Sementara itu, tiga medali perunggu diraih oleh Ega Kenya Tirtawana (Randori Putri kelas > 65 kg), Fatimah Azzahro Aranti Putra (Randori Putri kelas 50-55 kg), serta pasangan Felicia Prameswari Sungkono dan Sabela Letiza Orvalla yang turun pada nomor Embu Berpasangan Putri Kyukenshi.
Hasil ini menjadi bukti nyata konsistensi pembinaan cabang olahraga bela diri Kempo di Kota Surakarta. KONI Surakarta berharap pencapaian ini dapat menjadi motivasi bagi para kenshi muda untuk terus mengasah kemampuan dan menorehkan prestasi di ajang selanjutnya.