KONI Pusat Kutuk Keras Aksi Kekerasan Seksual terhadap Atlet, Desak Pengawasan Diperketat
24 April 2026, 19:02:2417 hours ago

news-image
JAKARTA – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman, menyatakan keprihatinan mendalam sekaligus mengecam keras maraknya kasus dugaan kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan olahraga prestasi. Pernyataan tegas ini menyusul terungkapnya kasus pelecehan terhadap atlet muda di wilayah Depok dan Cirebon yang melibatkan oknum pelatih.

​Marciano menegaskan bahwa tindakan amoral tersebut telah menciderai marwah dunia olahraga yang seharusnya menjadi wadah pembentukan karakter dan prestasi bangsa. Ia menginstruksikan seluruh jajaran pengurus di tingkat provinsi, kabupaten/kota, hingga 81 induk cabang olahraga (cabor) untuk memberikan atensi serius terhadap isu perlindungan atlet.

​"Selaku Ketua Umum KONI Pusat, saya mengutuk keras segala bentuk pelecehan seksual dalam ekosistem olahraga prestasi. Fokus utama kita adalah mengantarkan atlet menuju puncak prestasi demi kehormatan Merah Putih. Tidak ada tempat bagi para pelaku kekerasan seksual di lingkungan ini," ujar Marciano dalam keterangan resminya.

Evaluasi Pengawasan di Daerah

Dua kasus menonjol yang memicu reaksi keras ini adalah dugaan pelecehan atlet voli di bawah umur di Sawangan, Depok, serta kasus memilukan di Cirebon di mana seorang atlet berusia 13 tahun diduga menjadi korban eksploitasi seksual oleh pelatihnya hingga hamil.

​KONI Pusat mendesak adanya peningkatan kualitas pengawasan dan perlindungan saat proses latihan maupun penyelenggaraan acara olahraga. Marciano meminta setiap organisasi anggota KONI untuk memastikan lingkungan yang aman dan mendukung perkembangan optimal para atlet.

Langkah Preventif dan Pendampingan Korban

Sebagai langkah konkret, KONI Pusat menyatakan dukungan penuh kepada aparat penegak hukum, khususnya Polri, untuk memproses kasus-kasus tersebut secara transparan guna memberikan efek jera kepada pelaku. Selain mendorong aspek hukum, KONI juga berkomitmen memberikan pendampingan psikologis melalui layanan konseling guna membantu proses pemulihan trauma para korban.

​Guna mencegah kejadian serupa di masa depan, KONI Pusat kini membuka kanal pengaduan resmi bagi masyarakat. Siapa pun yang mengetahui atau mengalami tindakan pelecehan di lingkungan atlet dapat melaporkannya melalui surat elektronik di humas.konipusat@gmail.com atau melalui platform media sosial resmi KONI Pusat.

​"Peningkatan aspek keamanan dan pengawasan harus menjadi prioritas utama. Kita harus memastikan tidak ada lagi atlet yang menjadi korban di Tanah Air," pungkas Marciano.

sumber : HUM/konipusat
Berita Lainnya Lihat Selengkapnya