konisolo.com - Misi memperkuat eksistensi dan narasi positif olahraga nasional membawa Ketua Bidang (Kabid) Media dan Humas KONI Pusat, Tirto Prima Putra, bertandang ke Kota Solo, Senin (20/4/2026) sore.
Kunjungan kerja strategis ini disambut langsung oleh Ketua Umum KONI Kota Surakarta, Her Suprabu. Keduanya terlibat dalam pertemuan komprehensif yang membedah tajam arah kebijakan media, kehumasan, serta berbagai dinamika pembinaan olahraga di Tanah Air.
Dalam pertemuan yang berlangsung dinamis di kantor KONI Surakarta tersebut, Her Suprabu turut didampingi oleh jajaran pengurus teras, meliputi Sekretaris 1, Kabid Humas beserta anggota, Wakil Ketua V Bidang Event dan Sport Tourism, Wakil Bendahara Umum, serta tim Audit Internal.
Sebagai ujung tombak informasi, Tirto Prima Putra menekankan bahwa humas adalah instrumen vital dalam menjaga eksistensi dan marwah institusi. "Soliditas kehumasan adalah kunci. Kita harus terus proaktif berkomunikasi dan saling berjejaring untuk membangun iklim informasi olahraga yang positif. Saat ini ada 81 cabang olahraga di bawah naungan KONI Nasional, yang semuanya membutuhkan perhatian dan eksposur maksimal," tegas Tirto.
Tirto juga menambahkan pentingnya memaknai olahraga lebih dari sekadar pertandingan fisik. "Kita harus melihat olahraga secara komprehensif dan strategis, di antaranya melakukan penguatan narasi olahraga sebagai bagian pembangunan karakter dan juga bagian dari nasionalisme," imbuhnya.
Untuk merealisasikan visi tersebut, Tirto mengungkapkan rencana strategis pembentukan forum koordinasi yang solid antar-humas. Dalam waktu dekat, akan digelar pertemuan akbar Humas KONI seluruh Indonesia guna merumuskan langkah bersama untuk merebut atensi publik yang lebih besar terhadap olahraga.
Menanggapi hal tersebut, Her Suprabu menegaskan bahwa kekuatan organisasi merupakan fondasi utama dalam meraih prestasi. Ia memaparkan bahwa KONI Kota Surakarta selama ini sangat aktif membangun sinergi lintas sektoral dengan Pemerintah Kota Surakarta, Kejaksaan Negeri, DPRD, Dispora, hingga jajaran TNI dan Polri.
"Tujuan utama kami adalah menciptakan ekosistem olahraga yang sehat dalam arti luas; sehat bagi perkembangan prestasi para atletnya, dan juga sehat secara tata kelola manajemen organisasinya," jelas Her Suprabu.
Diskusi kedua tokoh ini juga mengerucut pada penguatan aspek teknis. Salah satu poin krusial yang dibahas adalah wacana sosialisasi bidang sport intelligence KONI Pusat. Pendekatan olahraga modern kini mutlak membutuhkan pengumpulan data (database) yang akurat, pemantauan kekuatan lawan, hingga mapping (pemetaan) potensi daerah untuk merumuskan taktik yang tepat sasaran.
Selain itu, mereka satu suara mengenai perlindungan atlet. Apapun dinamika organisasi yang terjadi, termasuk jika ada dualisme di tubuh cabang olahraga, atlet sama sekali tidak boleh menjadi korban. Hak dan pembinaan mereka tetap menjadi prioritas utama.
Sebuah fakta menarik yang turut menjadi sorotan adalah dampak sosial inklusif di Surakarta, di mana salah satu atlet berprestasi merupakan anak dari eks narapidana teroris (napiter). Hal ini menjadi bukti nyata fungsi olahraga sebagai pemersatu bangsa tanpa diskriminasi.
Di penghujung pertemuan, Tirto Prima Putra dan Her Suprabu memetakan beberapa agenda besar ke depan, termasuk kesiapan daerah menyambut event nasional seperti posisi tuan rumah PON Remaja. Kunjungan ini diharapkan menjadi fondasi yang makin mengokohkan sinergi antara KONI Pusat dan daerah dalam menciptakan ekosistem olahraga yang profesional dan berintegritas.