SURAKARTA – Prestasi membanggakan yang diraih oleh enam atlet muda Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kota Surakarta di ajang Kejurnas Atletik dan Indonesia Open U18 2026 di Jakarta (27-30 Juni) membuahkan decak kagum. Tidak sekadar berpartisipasi, keenam perwakilan ini tampil memukau di lintasan dan lapangan, membuktikan bahwa Kota Bengawan adalah rahim bagi bibit-bibit unggul olahraga atletik nasional.
Keberhasilan membawa pulang 2 Emas, 3 Perak, dan 1 Perunggu dari enam atlet yang dikirimkan adalah sebuah rekor efisiensi yang luar biasa. Ini bukan sekadar angka statistik, melainkan cerminan dari disiplin baja, cucuran keringat di setiap sesi latihan, serta mental juara yang tidak gentar menghadapi lawan dari seluruh penjuru Nusantara.
Apresiasi setinggi-tingginya patut disematkan kepada para pahlawan olahraga muda ini. Mereka telah mengajarkan sebuah pelajaran berharga: kuantitas kontingen bukanlah penentu kemenangan, melainkan kualitas, nyali, dan tekad yang kuat.
- Sava Slavia Waranggani dan Fico F. Octavian menunjukkan kecepatan dan ketangguhan luar biasa yang berujung pada kilauan medali emas dan perak. Mereka tidak hanya berlari mewakili diri sendiri, tetapi membawa gengsi dan kebanggaan warga Solo.
- Assallomitha dan Tino turut menunjukkan mentalitas pantang menyerah. Perjuangan mereka menembus limit kemampuan sukses mempersembahkan medali perak dan perunggu yang sangat berharga bagi kontingen.
Menanggapi pencapaian yang sangat efisien ini, Ketua Umum KONI Kota Surakarta, Her Suprabu, menyampaikan apresiasinya. Ia menilai hasil ini adalah buah manis dari sinergi pembinaan yang solid, pelatih yang berdedikasi, serta tekad bulat para atlet.
”Saya memberikan apresiasi kepada enam atlet muda kita. Mengirim 6 atlet dan berhasil memborong 6 medali—termasuk 2 emas—adalah pencapaian yang bagus.”
”Terima kasih kepada Sava, Fico, Assallomitha, Tino, serta seluruh jajaran pelatih yang tak kenal lelah. Hasil ini adalah bukti nyata bahwa sistem pembinaan atletik di Kota Solo berjalan di jalur yang tepat. Teruslah berlatih, karena ke depan kita siap menantang level yang lebih tinggi lagi," tegas Her Suprabu.
Keberhasilan di Jakarta ini bukanlah garis finis, melainkan starting block bagi lompatan prestasi selanjutnya. Dukungan dari pengurus, pelatih, pemerintah, dan masyarakat Solo akan terus mengalir untuk mengawal bakat-bakat muda ini.