Gemuruh Kejurprov Jateng Open Surakarta 2026: Panggung Sinergi Lintas Beladiri dan Lahirnya Juara Baru dari Han Academy
24 May 2026, 20:45:391 hour from now

news-image
SURAKARTA — Ajang pertarungan bergengsi Kejurprov Jateng Open Surakarta sukses menyedot perhatian para pecinta olahraga combat pada akhir pekan ini. Memasuki hari pamungkas penyelenggaraannya pada Minggu (24/5/2026), Sasana Han Academy yang berlokasi di Colomadu menjadi saksi lahirnya bibit-bibit petarung tangguh masa depan.

Acara yang digawangi oleh D’Arrow Combat Sport Organizer ini memfokuskan pertarungan secara khusus pada disiplin Kickboxing dan MMA.

Johan Mulya Legawa, selaku penyelenggara mengungkapkan bahwa kompetisi seperti ini adalah nyawa dari regenerasi atlet di Jawa Tengah. Pria yang akrab disapa Koh Jo ini menegaskan bahwa kejuaraan daerah terbuka bukan sekadar ajang unjuk gigi, melainkan investasi jangka panjang untuk olahraga prestasi.

"Event-event seperti ini memang harus dan wajib diadakan secara rutin. Kita butuh panggung nyata untuk mencari bakat-bakat terpendam yang selama ini tidak terlihat. Kejurprov Open ini adalah kawah candradimuka, sebuah ajang pembibitan agar mental dan teknik para atlet terus terasah sebelum melangkah ke level yang lebih tinggi," tegas Koh Jo.

Menariknya, Koh Jo sendiri baru saja ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Ketua Umum Muay Thai Provinsi Jawa Tengah. Saat disinggung mengenai posisinya yang kini memimpin organisasi Muay Thai namun menyelenggarakan kejuaraan Kickboxing dan MMA, ia menepis anggapan adanya benturan kepentingan.

"Sama sekali tidak ada masalah. Saya pribadi memang dekat dan intens berinteraksi dengan berbagai macam olahraga beladiri, khususnya MMA dan Kickboxing. Justru, momentum ini menjadi ajang yang luar biasa untuk saling mengenal dan memperkenalkan satu sama lain. Sinergi lintas disiplin ini yang akan membuat ekosistem olahraga combat sport di Jawa Tengah semakin solid dan maju," ungkapnya santai namun penuh optimisme.

Pemandangan menarik dan sarat akan semangat persaudaraan juga mewarnai sudut ring Han Academy. Faisal Giru, yang dikenal luas sebagai atlet andalan di ajang Porprov, tampak turun gunung dengan peran yang berbeda. Kali ini, ia hadir sebagai coach di pinggir arena.

Faisal Giru mengaku sangat antusias dengan perannya hari ini. "Ada kebanggaan tersendiri bisa mengikutsertakan anak didik dan mendampingi langsung para petarung berlaga. Ini adalah momen mentransfer ilmu, mental, dan pengalaman bertanding kepada generasi di bawah saya," ujar Faisal.

Tak hanya itu, semangat lintas disiplin juga ditunjukkan oleh Rosa Nugraha. Sosok yang dikenal sebagai pelatih Wushu ini justru mengambil peran penting sebagai wasit yang memimpin jalannya pertandingan, membuktikan tingginya rasa saling dukung antar-praktisi beladiri di wilayah Surakarta dan sekitarnya.

Secara keseluruhan, gelaran Kejurprov Jateng Open Surakarta berjalan dengan ritme yang sangat kompetitif, namun tetap dibalut oleh atmosfer kekeluargaan yang kental. Peran aktif dari berbagai latar belakang ilmu beladiri menyuguhkan tontonan yang edukatif sekaligus menghibur.

Sebagai penutup yang manis di hari terakhir gelaran ini, Azka, petarung tuan rumah asal Han Academy, berhasil keluar sebagai juara, mengukuhkan dominasinya dan membuktikan bahwa strategi pembibitan yang berjalan selama ini membuahkan hasil yang gemilang. 

smber foto/jarotW.
Berita Lainnya Lihat Selengkapnya