Bidik Dua Emas Porprov Jateng 2026, Sembilan 'Penembak Jitu' Solo Siap Beraksi di Semarang
26 October 2026, 12:04:213 hours from now

news-image
SEMARANG – Gelanggang adu akurasi cabang olahraga (cabor) tembak sasaran pada ajang bergengsi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026 resmi bergulir. Bertempat di Semarang, rentetan perlombaan olahraga menembak ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari penuh, terhitung mulai Senin (26/10/2026) hingga Kamis (29/10/2026) mendatang. Mengusung ambisi besar, kontingen Kota Solo menerjunkan sembilan atlet andalannya demi membidik target dua keping medali emas.

Pelatih tembak sasaran Kota Solo, Buyung Amran, menegaskan bahwa pasukannya tidak datang dengan persiapan yang instan. Persiapan teknis maupun mental telah digeber sejak jauh hari. Sebagai bentuk pemanasan sekaligus uji mental bertanding, sejumlah atlet muda tersebut bahkan telah diterjunkan langsung ke arena Pekan Olahraga Pelajar (Popda) Jateng beberapa bulan silam.

"Pada Porprov kali ini, kami membawa kekuatan sembilan atlet untuk bertarung di cabor tembak sasaran. Insyaallah, bidikan utama kami adalah membawa pulang setidaknya dua medali emas. Peluang terbesar yang sangat potensial untuk kami sasar ada di nomor air pistol dan mix team (beregu campuran)," urai Buyung, Senin (26/10).

Pada kejuaraan multievent tingkat provinsi ini, tim Kota Solo tampil habis-habisan dengan menyapu bersih keikutsertaan di seluruh nomor pertandingan—mulai dari kategori individu, beregu, hingga mix team. Skuad kebanggaan Kota Bengawan ini terbagi ke dalam dua spesialisasi senjata: empat atlet bertarung di nomor air pistol dan lima atlet lainnya unjuk gigi di nomor air rifle.

Adapun barisan 'penembak jitu' yang siap mengharumkan nama Solo tersebut meliputi Tiara Aprilia Maharani, Levina Satiti, Chikuita Aurel Wijaya, Elisa Susinto, Jasmine Aulia Kasih, Charisa Aline Imaru, Muhammad Aslan Alifiansyah, Daeva Seto, serta Tirta Manggala Nusantara.

Mental Baja Hadapi Atlet Pelatda

Di sisi lain, Ketua Harian Perbakin Surakarta, Heru Murwanto, menyadari betul bahwa arena Porprov menyajikan tekanan persaingan yang sangat tinggi. Mayoritas amunisi andalan Kota Solo berstatus sebagai atlet binaan yang masih duduk di bangku sekolah (pelajar). Mereka harus berhadapan dengan lawan-lawan tangguh, terutama bayang-bayang kontingen tuan rumah, Kota Semarang, yang dipersenjatai oleh barisan atlet pemusatan latihan daerah (Pelatda).

Meski berhadapan dengan lawan yang lebih diunggulkan secara jam terbang, Heru menolak pesimistis. Ia menjelaskan bahwa sistem pertandingan tembak sasaran menggunakan babak kualifikasi yang ketat untuk menyaring delapan penembak terbaik. Kedelapan atlet inilah yang nantinya berhak memegang tiket menuju partai final.

"Kota Semarang memang dihuni oleh atlet-atlet Pelatda yang tangguh dan sarat pengalaman. Namun, di atas arena menembak, apa pun bisa terjadi. Harapan kami, mental anak-anak tidak goyah sehingga mampu menembus ketatnya babak kualifikasi dan melenggang ke final untuk memperebutkan medali," tegas Heru penuh harap.

Untuk menjaga kestabilan psikologis para penembak, Heru menitipkan pesan khusus agar para atlet tetap tampil rileks, menjaga ketenangan, dan tidak merasa terbebani oleh target medali yang dicanangkan. Ia secara khusus menaruh harapan agar nomor rifle, terutama di kategori beregu dan mix team, mampu menorehkan hasil yang maksimal.

"Pesan utama kami saat momen pelepasan kontingen sangat sederhana: bertandinglah dengan penuh semangat dan main lepas tanpa beban. Tunjukkan performa, fokus, dan ketenangan terbaik kalian, persis seperti apa yang sudah dilakukan saat sesi latihan rutin," pungkasnya memberikan suntikan motivasi.

Berita Lainnya Lihat Selengkapnya