Emas Pertama dan Inspirasi Lintas Generasi: Shava Salvia Waranggani Berjaya di Porprov Jateng 2026
28 October 2026, 21:44:5841 minutes ago

news-image
SEMARANG, KONISOLO.COM — Shava Salvia Waranggani berhasil meraih medali emas perdananya di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah pada nomor lari 100 meter putri yang digelar di Stadion Tri Lomba Juang, Semarang, pada 28 Oktober. Penantian panjang selama empat tahun terbayar lunas bagi atlet muda kebanggaan Kota Surakarta ini setelah sukses menyentuh garis finis di posisi pertama dengan catatan waktu 12,04 detik. Meski usianya terbilang muda saat mengikuti debut Porprov di nomor 100 meter, ia langsung membuktikan kualitasnya dengan memimpin di posisi puncak.

 "Alhamdulillah, selama empat tahun nunggu Porprov dan perdana ikut 100 meter, hasilnya langsung emas," ungkap Shava dengan penuh haru. Kemenangan ini tidak dinikmatinya sendiri; ia secara khusus menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada orang tua, pelatih, teman-teman, serta seluruh suporter yang tak henti memberikan semangat dari pinggir lintasan.  

 Kesuksesan ini disambut dengan rasa bangga luar biasa oleh Ketua Atletik Kota Surakarta. Beliau mengungkapkan bahwa raihan dari Shava ini memang telah menjadi target utama sejak awal dan merupakan medali emas pertama bagi tim atletik di kejuaraan ini. "Memang mereka sudah mempersiapkan diri dari awal, sehingga ini benar-benar menjadi tujuan Shava untuk memperoleh emas," jelasnya.  

 Lebih lanjut, Ketua Atletik Surakarta menegaskan bahwa Shava kini bukan lagi sekadar aset daerah, melainkan telah menjadi milik Indonesia berkat deretan prestasinya di tingkat nasional. Setelah berlaga di ajang Porprov dengan turun di nomor 100 meter, estafet 4x100 meter, dan 4x400 meter, Shava dijadwalkan bertolak ke Thailand pada tanggal 4 bulan depan untuk mengikuti kejuaraan SEA Youth Under-20. Program jangka panjangnya pun sudah tersusun rapi menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang.   

Namun, lebih dari sekadar kalungan medali, pesona Shava di lintasan sukses membius dan menginspirasi bibit-bibit muda. Di tribun penonton, tampak para penggemar cilik yang sangat antusias memberikan dukungan secara langsung. Dua di antaranya adalah Natasya dan Sakila, siswi kelas 6B berusia 12 tahun yang juga aktif berlatih sebagai pelari.  

 "Kak Shava itu keren banget, apalagi waktu pecahkan rekor lawan China di estafet 100 meter," ujar Natasya dengan mata berbinar saat menceritakan kekagumannya pada sang idola. Keduanya mengaku menjadikan sosok Shava sebagai motivasi utama untuk terus berlatih keras agar kelak bisa menembus kompetisi di tingkat nasional. Kehadiran deretan penggemar cilik ini menjadi bukti nyata bahwa keringat dan perjuangan di lintasan tak hanya membuahkan kepingan emas, tetapi juga menyalakan api semangat bagi generasi penerus olahraga atletik di masa depan.
Berita Lainnya Lihat Selengkapnya