Hadirnya Kapolda Jateng di POPDA Judo Surakarta Jadi Sorotan, Ketua Harian PJSI: Semua Atlet Bertanding Sportif Sesuai Sistem IJF
04 May 2026, 13:08:591 hour from now

news-image
SURAKARTA – Gelaran Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Cabang Olahraga Judo tingkat Kota Surakarta tahun 2026 berlangsung meriah dan penuh kejutan. Pasalnya, ajang pencarian bakat atlet muda ini turut dihadiri oleh jajaran petinggi daerah, mulai dari Walikota Surakarta, Kapolda Jawa Tengah, hingga Kapolresta Surakarta.
Kehadiran Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ribut Wibowo, di lokasi pertandingan menarik perhatian banyak pihak. Turut mendampingi di tribun kehormatan, Walikota Surakarta Respati Ardi dan Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo. Kehadiran para tokoh penting ini memberikan suntikan semangat luar biasa bagi para atlet pelajar yang bertanding.
Dibalik pengawalan protokol yang ada, kehadiran Kapolda Jateng ternyata bukan sekadar kunjungan dinas. Beliau hadir sebagai sosok ayah yang memberikan dukungan langsung kepada putranya, Muhammad Hafidz Damar Langit Wibowo—atau yang akrab disapa Thole—yang turun bertanding di kelas -28 kg putra.
Ketua Harian PJSI (Persatuan Judo Seluruh Indonesia) Kota Surakarta, Bahar, mengonfirmasi bahwa kehadiran Kapolda telah memicu animo positif bagi perkembangan olahraga Judo di Solo.
"Beliau hadir karena putranya ikut bertanding. Karena kehadiran beliau, Pak Wali, Kapolresta, hingga jajaran kewilayahan seperti Kapolsek dan Pak Lurah juga turut hadir. Ini menjadi animo yang sangat menarik bagi pembukaan POPDA tahun ini," ujar Bahar saat diwawancarai.
Menanggapi pertanyaan mengenai status putra pejabat tinggi, Bahar menegaskan bahwa tidak ada perlakuan khusus atau "karpet merah" bagi Hafidz (Thole). Seluruh proses, mulai dari administrasi hingga teknis di lapangan, dijalankan secara profesional layaknya atlet lainnya.
"Semua proses pendaftaran tetap melalui prosedur normal. Harus ada surat rekomendasi sekolah, KK, NISN, hingga Akta Lahir. Verifikasi pun dilakukan ketat oleh pihak Dispora melalui sistem link pendaftaran yang transparan," tegas Bahar.
Lebih lanjut, Bahar menjelaskan bahwa dalam olahraga Judo modern, hasil pertandingan atau bagan undian tidak mungkin dimanipulasi. Panitia menggunakan standar internasional dari IJF (International Judo Federation) yang berbasis perangkat lunak (software).
"Di Judo itu sistem. Kalau kita coba-coba mengatur siapa yang juara, maka seluruh sistem dari awal sampai akhir akan rusak, bahkan pertandingan bisa berhenti total. Kami pakai IJF Rule. Jadi, meskipun putra Kapolda, kemarin tetap diundi di kelas -28 kg bersama enam peserta lainnya. Semuanya berjalan adil," tambahnya.
Kehadiran tokoh-tokoh penting di Surakarta dalam ajang POPDA ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan olahraga Judo, sekaligus membuktikan bahwa integritas dan sportivitas tetap menjadi panglima tertinggi dalam mencetak bibit-bibit atlet masa depan Kota Bengawan. 
Berita Lainnya Lihat Selengkapnya