IPSI Surakarta Gelar Workshop Peraturan Pencak Silat Nasional 2026, Tekankan Keselamatan Atlet
25 January 2026, 19:31:561 month ago

news-image
PENCAK SILAT, konisolo.com - Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Surakarta menggelar Workshop Peraturan Pertandingan Pencak Silat Nasional 2026 di GOR Tapak Suci, Sumber, Kota Solo, Minggu (25/1/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh wasit, juri, pelatih, serta perwakilan perguruan pencak silat se-Kota Surakarta.
Ketua IPSI Kota Surakarta, Ito Indrayana Rangga Wangi, mengatakan workshop ini diselenggarakan sebagai upaya mempererat silaturahmi antara aparatur pertandingan dengan perguruan pencak silat. Selain itu, kegiatan ini menjadi forum untuk membedah dan menyamakan pemahaman terhadap peraturan pertandingan terbaru yang akan diterapkan pada musim kompetisi 2026.
“Workshop ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus forum pemahaman dan pembedahan materi peraturan pertandingan yang baru, sehingga seluruh aparatur memiliki persepsi yang sama,” kata Ito.
Ia menegaskan kegiatan tersebut sangat penting, mengingat terdapat sejumlah perubahan aturan dan regulasi pertandingan. Melalui workshop ini, IPSI Surakarta berharap para wasit, juri, dan pelatih dapat memahami regulasi terbaru secara menyeluruh sehingga mampu menjalankan tugas secara profesional.
“Dengan aturan yang berubah, pemahaman aparatur pertandingan harus diperbarui agar pelaksanaan pertandingan ke depan berjalan sesuai regulasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ito menyampaikan target utama dari workshop ini adalah mencetak aparatur pertandingan yang memiliki pemahaman terukur dan profesional, serta mampu mengemban tugas dengan baik. IPSI Surakarta juga menargetkan terciptanya pertandingan yang aman dan mampu meminimalkan risiko cedera bagi atlet.
“Kami ingin aparatur pertandingan mampu bertugas secara optimal dan mengedepankan prinsip zero accident,” tegasnya.
Dalam substansi materi workshop, Ito menjelaskan salah satu perubahan paling krusial dalam Peraturan Pertandingan Pencak Silat Nasional 2026 adalah terkait aturan perolehan poin pada teknik bantingan. Perubahan tersebut dilakukan untuk mencegah terulangnya insiden fatal yang pernah terjadi di masa lalu.
“Beberapa teknik bantingan kini dikategorikan sebagai pelanggaran berat agar tidak kembali terjadi insiden yang merenggut korban jiwa,” jelasnya.
Terkait aspek keselamatan atlet, Ito menegaskan regulasi terbaru tetap memberikan penekanan kuat pada unsur safety. Bahkan, menurutnya peraturan pertandingan yang baru dinilai lebih aman dibandingkan regulasi sebelumnya.
“Dalam pertandingan, kaidah silat tetap wajib diterapkan mulai dari sikap pasang, pola langkah, serang-bela, hingga diakhiri sikap pasang. Jika kaidah silat tidak diterapkan, maka poin tidak akan masuk meskipun serangan dilakukan di area sah,” paparnya.
Ito menambahkan, penerapan kaidah silat tersebut menjadi ciri khas pencak silat sebagai cabang bela diri, sekaligus pembeda dengan olahraga bela diri lainnya.

Sumber : puspita
Berita Lainnya Lihat Selengkapnya