Pulang Bawa Medali Perak, Basket 3x3 Kota Solo Penuhi Target di Porprov Jateng 2023
05 August 2023, 20:32:563 years ago

news-image
SOLO, KONISOLO.COM—Tim putra basket 3x3 Kota Solo harus puas mendapat medali perak setelah kalah di partai puncak dengan skor 13-20 dari Kabupaten Tegal di partai puncak Porprov Pati Raya, Jumat (4/8/2023) sore. Sedangkan tim putri, harus mengakui keunggulan Kabupaten Semarang dengan skor 12-15 di perebutan medali perunggu dalam laga yang digelar di Sport Center Kudus.

Tim basket putra Solo, mengawali babak penyisihan grup dengan mengalahkan tuan rumah, Kudus, dengan skor 15-12. Kemudian di laga kedua, tim Solo mengandaskan Kabupaten Kendal dengan skor 21-8. Kemudian, di babak penyisihan terakhir, Kota Solo menang dramatis 19-18 dari Kabupaten Tegal. 

Solo yang lolos ke babak semifinal, berhadapan dengan Kota Semarang. Skuad Bengawan berhasil menang meyakinkan dengan skor 21-16. Solo yang kembali berhadapan dengan Kabupaten Tegal di partai puncak, harus mengakui keunggulan Kabupaten Tegal.

Sedangkan tim putri mengawali babak penyisihan dengan melibas Kabupaten Klaten 15-9. Di laga kedua, skuad Bengawan menang tipis dari Kabupaten Semarang dengan skor 15-13. Kemudian, di laga ketiga Kabupaten Salatiga yang harus mengakui keunggulan Solo dengan skor 9-11. 

Namun, di babak semifinal, Solo harus menghadapi lawan berat yakni Kabupaten Pati. Solo pun harus gugur di babak semifnal dengan skor 8-15. Harapan mendapat medali perunggu pun juga harus pupus setelah Solo takluk dengan skor tipis 12-15 dari Kabupaten Semarang.

Ketua Perbasi Solo, Bagus Andrian John, kepada wartawan, mengaku bangga dengan perjuangan tim basket 3x3 Kota Solo. Meskipun gagal mendapat medali emas dan tim putri berada di posisi keempat, John sangat mengapresiasi perjuangan Kota Solo.

“Tentunya kami evaluasi, tapi kami sangat bangga dengan perjuangan tim Kota Solo. Anak-anak tidak kenal lelah dan terus berusaha,” kata John.

Di sisi lain, di tahun ini Perbasi Solo menargetkan dua tim dari 3x3 dan 5x5 lolos ke babak final. Artinya, raihan dari tim 3x3 sudah memenuhi target.

John berharap dengan kebangkitan basket di Kota Solo, bakal berdampak pada raihan prestasi basket Solo di masa mendatang.
John juga menyoroti banyaknya pemain asli Solo yang kini membela daerah lain. Dia sangat menyayangkan hal ini. Kepengurusan Perbasi Solo yang baru sejak Juni dilantik dibuat terkejut dengan pemain-pemain Solo yang hijrah ke luar. Padahal, pemain-pemain Solo yang bermain di luar Solo, membela Kota Solo saat Popda dan berhasil meraih medali emas dan perak.

“Terus terang banyak pemain Popda kami diambil daerah lain. Sebelumnya tidak ada monitoring, hampir 60 persen skuad Popda lalu pindah daerah,” tegas John.

John yang juga Direktur Liga Solo ini memunculkan wacana Liga Solo bakal mengontrak pemain-pemain basket bertalenta untuk wajib membela Kota Solo. Liga Solo juga menggulirkan wacana pemain basket yang tampil di ajang Liga Solo wajib membela Kota Solo dalam ajang multi event seperti Porprov.

Ini untuk mencegah talenta-talenta berbakat basket Solo keluar membela daerah lain di ajang Porprov. Wacana ini digulirkan dikarenakan dalam Porprov, daerah lain bisa mengontrak pemain untuk masuk dalam wilayah lain.

“Jadi jangan sampai pembinaan yang kami lakukan dari bawah justru bermuara ke kota lain. Untuk membangun ekosistem dan pembinaan basket itu juga tidak murah. Perlu kerja sama ekstra dari semua pihak,” kata Paman John sapaan akrabnya. (***)
Berita Lainnya Lihat Selengkapnya