SURAKARTA – Pengurus baru Indonesia Cycling Federation (ICF) Kota Surakarta secara resmi telah dilantik pada 13 April 2026. Acara pelantikan yang berlangsung di Loji Gandrung ini menjadi momentum penting untuk membangkitkan kembali gairah olahraga balap sepeda serta ekosistem bersepeda di Kota Bengawan.
Ketua Umum ICF Kota Surakarta, Abdul Kadir Audah, mengungkapkan bahwa komposisi kepengurusan kali ini sengaja dirancang secara khusus dengan merekrut sejumlah mantan atlet dan pegiat sepeda Kota Surakarta. Mereka dipilih karena memiliki rekam jejak dan pengalaman matang dalam menyelenggarakan event berskala nasional.
"Harapannya, semoga dengan kepengurusan yang baru ini kita bisa membina atlet-atlet muda kita untuk tampil di kancah yang lebih tinggi," ujar Abdul Kadir.
Ia menambahkan, untuk rencana jangka pendek di tahun 2026, ICF Kota Surakarta akan memfokuskan persiapan pada tiga ajang utama, yakni POPDA tingkat Kota, POPDA tingkat Provinsi, dan PORPROV. Saat ini, ICF Kota Surakarta telah menyiapkan 6 atlet potensial yang berada di rentang usia emas (golden age) yaitu 14 hingga 18 tahun untuk terus dipupuk prestasinya.
Acara pelantikan ini juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Surakarta. Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, dalam sambutannya turut memohon dukungan dari ICF terkait kampanye gaya hidup sehat bagi warga Solo.
"Kami ada program yang akan kita imbau ke seluruh stakeholder perkantoran. Tidak ada sanksi, tidak ada larangan, tapi sifatnya mengajak dan mengimbau (karyawan) untuk bersepeda setiap hari Jumat," jelas Wali Kota Respati Ardi.
Dukungan senada juga datang dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Wakil Ketua Umum V KONI Kota Surakarta, Arfinsa Gunawan, menaruh ekspektasi agar kepengurusan yang baru dapat berlari cepat dengan tata kelola organisasi yang baik.
"Kami berharap pengurus baru ini akan lebih semangat, lebih berakselerasi. Harapannya, setiap tahun ada event nasional yang dapat menggenjot sport tourism di Kota Solo," tutur Arfinsa.
Potensi Kota Solo untuk menggelar ajang berskala nasional hingga internasional memang sangat besar, terutama karena memiliki fasilitas Velodrome yang mumpuni. Ke depannya, pihak Pengprov berencana untuk menyelenggarakan kejuaraan track rutin tahunan di Kota Solo.
Ajang tahunan ini diproyeksikan menjadi wadah pembuktian bagi para atlet sepeda dari Kota Solo dan wilayah sekitarnya (Solo Raya) seperti Boyolali dan Karanganyar yang juga memiliki bibit-bibit atlet unggul. Melalui kolaborasi dan fasilitas yang ada, olahraga balap sepeda di kawasan Solo Raya diharapkan akan tumbuh semakin dinamis dan maju.