SURAKARTA, konisolo.com — Menjelang keberangkatan Kontingen Kota Surakarta untuk berlaga di ajang kejuaraan olahraga tingkat provinsi di Semarang Raya, jajaran pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Surakarta melakukan langkah persiapan yang sarat akan nilai historis dan spiritual.
Pada Sabtu (10/10/2026), Ketua Umum KONI Surakarta Her Suprabu bersama Chef de Mission (CdM) Supriyanto dan Penasehat KONI Surakarta, Teguh Prakosa, melaksanakan napak tilas sejarah dengan berziarah ke Makam Ki Ageng Sala yang berlokasi di kawasan Mloyokusuman, Baluwarti, Kota Surakarta.
Menjelang keberangkatan Kontingen Kota Surakarta, Ketua Umum KONI bersama CdM melakukan napak tilas sejarah ini sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh perintis berdirinya Kota Bengawan. Melalui kunjungan ini, seluruh elemen kontingen diharapkan dapat meneladani kegigihan dan semangat pantang menyerah para pendahulu saat nanti berlaga membawa nama besar Surakarta.
CdM Kontingen Kota Surakarta, Supri, menyampaikan bahwa ziarah ini merupakan salah satu dari berbagai rangkaian persiapan non-teknis sebelum memberangkatkan para pahlawan olahraga Solo.
"Sore ini, tim dari KONI beserta atlet dan tim CdM melakukan ziarah untuk mendoakan para tokoh pendiri Kota Surakarta, salah satunya Ki Ageng Sala. Kami mendoakan beliau, dan pada saat yang sama, kami berharap bisa meneladani sikap dan semangat beliau untuk meraih kemenangan saat memberangkatkan atlet kita ke Semarang Raya nanti," ungkap Supri.
Persiapan mental dan spiritual rupanya tidak hanya berhenti pada napak tilas sejarah. CdM Kontingen Surakarta, Her, menegaskan bahwa para atlet juga dibekali dengan kekuatan doa dari orang-orang terdekat sebelum bertanding.
"Setelah ziarah kepada para leluhur pendiri Kota Solo, seluruh atlet di masing-masing cabang olahraga juga akan mengadakan doa bersama. Dan yang paling penting, sebelum berangkat semuanya wajib meminta doa restu kepada orang tua. Kita sudah berlatih keras selama hampir 6 bulan ini. Melalui ikhtiar dan doa ini, mudah-mudahan kontingen Kota Surakarta dimudahkan, dilancarkan, dan mendapatkan hasil yang terbaik," jelasnya.
Inisiatif jajaran pengurus KONI ini mendapat apresiasi khusus dari Penasehat KONI Kota Surakarta, Teguh Prakosa. Ia menilai, langkah menyatukan persiapan olahraga dengan nilai-nilai kearifan lokal adalah sebuah terobosan yang luar biasa.
"Dalam sejarah KONI Kota Surakarta, biasanya kegiatan seperti ini merupakan inisiasi dari Pemkot. Ini luar biasa, saya tidak tahu ini ide siapa, tapi jelas beliau lebih paham bahwa doa untuk leluhur itu melampaui doa kita. Memohon doa restu itu tidak hanya kepada yang masih hidup, tetapi juga kepada para leluhur yang telah menyejahterakan masyarakat di kota yang kita cintai ini," tutur Teguh.
Teguh Prakosa juga berpesan kepada seluruh atlet dan pengurus untuk menjadikan napak tilas ini sebagai cambuk semangat. "Bagi teman-teman dan anak-anakku para atlet, jadikan ini motivasi untuk tetap menjaga nama baik Kota Solo dan berprestasi secara maksimal. KONI akan selalu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam membesarkan nama Kota Surakarta di dunia olahraga," pungkasnya.
Dengan bekal latihan yang matang serta kekuatan doa dari para pendahulu dan orang tua, Kontingen Surakarta kini siap bertempur untuk membawa pulang kejayaan bagi Kota Bengawan.