SURAKARTA — Tim bola basket putra Kota Surakarta berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan menyabet medali emas pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Tengah. Kepastian gelar juara ini diraih setelah tim Kota Bengawan tampil dominan dan membungkam tim tangguh Kota Semarang dengan skor akhir 59-47 pada partai puncak di Semarang.
Kemenangan ini menjadi momentum kebangkitan yang sangat manis bagi tim putra Surakarta. Setelah sempat harus puas menduduki posisi runner-up pada gelaran tahun lalu, anak-anak Solo berhasil merebut kembali tahta tertinggi. Pencapaian ini kian mengesankan mengingat kompetisi tahun ini menerapkan format anyar yang mengharuskan setiap tim berjuang menembus seleksi ketat di tingkat Karesidenan sebelum melaju ke putaran provinsi.
Ketua Umum Perbasi Kota Surakarta, Arfinsa Gunawan, mengungkapkan rasa bangga dan apresiasinya atas perjuangan pantang menyerah para atlet muda tersebut. Menurutnya, keberhasilan merebut kembali medali emas ini merupakan buah dari ekosistem pembinaan bola basket yang berjalan konsisten dan masif di Kota Surakarta. Jam terbang para pemain terasah melalui kompetisi rutin antar-klub dan sekolah yang digelar hampir setiap bulan, yang kemudian dimantapkan lewat pemusatan latihan (training center) selama dua minggu menjelang keberangkatan.
"Tiga tahun lalu kita juara satu, kemarin sempat turun jadi juara dua, dan alhamdulillah tahun ini kita bisa kembalikan lagi medali emas ke Kota Surakarta. Keberhasilan ini tidak lepas dari ekosistem basket di Solo yang terus bergerak. Latihan rutin di sekolah dan klub masing-masing, ditambah TC dua minggu sebelum berangkat membuat mental bertanding dan ambisi anak-anak sangat siap," ujar Arfinsa saat dikonfirmasi.
Keistimewaan lain dari skuad juara ini terletak pada komposisi pemainnya. Arfinsa menegaskan bahwa seluruh atlet yang membela nama Surakarta di ajang Popda ini merupakan talenta asli Kota Surakarta. Skuad ini diisi oleh kombinasi pemain muda dari jenjang SMP hingga kelas 1 dan 2 SMA. Hal ini mengindikasikan bahwa proses regenerasi atlet basket di Kota Solo berada di jalur yang tepat dan berkelanjutan untuk melapis skuad senior di masa depan.
Di balik performa menjanjikan di lapangan, Arfinsa juga menyoroti krusialnya dukungan penuh di luar teknis pertandingan. Mengingat ketatnya persaingan, Perbasi Kota Surakarta bersama tim manajerial bergerak aktif melakukan tindakan swadaya guna melengkapi fasilitas dari dinas terkait. Sinergi bersama sponsor, donatur, serta peran aktif para orang tua murid menjadi kunci terpenuhinya kebutuhan fisioterapi, recovery, fasilitas medis, hingga nutrisi ekstra bagi para atlet selama bertanding.
"Apapun fasilitas yang disiapkan dinas tentu kita terima dengan baik, namun kekurangan yang ada kita tanggung bersama secara swadaya. Dukungan sponsor, donatur, dan sinergi luar biasa dari orang tua murid sangat membantu anak-anak di sana. Mental bertanding anak-anak itu ditempa di arena kompetisi, bukan sekadar latihan. Oleh karena itu, kami berharap dukungan dari pemerintah daerah dan KONI terus terjaga agar iklim kompetisi di Surakarta terus hidup dan tidak terputus," pungkas Arfinsa.