Dobrak Stigma Perjudian, ORADO Gandeng Generasi Muda Surakarta Jadikan Domino Olahraga Berprestasi
06 September 2026, 11:25:501 hour from now

news-image
SURAKARTA, 6 September 2026 — Pengurus Olahraga Domino Indonesia (ORADO) Kota Surakarta menggelar kegiatan sosialisasi olahraga domino secara masif di area Car Free Day (CFD) Jalan Slamet Riyadi, tepatnya di depan Rutan Kelas I Surakarta, pada Minggu pagi. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata untuk menghapus stigma negatif yang selama ini melekat pada permainan domino, sekaligus memperkenalkannya sebagai cabang olahraga asah otak yang diakui dan siap mencetak prestasi di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Pengurus ORADO Kota Surakarta, Bhanad Shofa Kurniawan, menjelaskan bahwa domino kini telah menapaki babak baru di dunia olahraga tanah air dan bukan lagi sekadar permainan hiburan semata. "Secara resmi pada tanggal 23 Mei 2026, olahraga domino ini sudah disahkan oleh KONI. Dan juga nanti di PON tahun ini, ini menjadi salah satu pertandingan ekshibisi. Harapannya pada saat 2032 nanti, ORADO ini menjadi salah satu cabang olahraga yang diperlombakan dan dipertandingkan," ungkap Bhanad saat ditemui di lokasi sosialisasi.

Sosialisasi yang digelar di tengah keramaian CFD tersebut secara khusus menyasar berbagai kalangan, terutama Generasi Z dan Milenial. Bhanad menekankan pentingnya edukasi publik agar masyarakat tidak lagi mengaitkan domino dengan aktivitas ilegal. "Teman-teman warga masyarakat itu memang harus betul-betul kita biasakan melihat olahraga ini bukan sesuatu bentuk perjudian, akan tetapi olahraga yang nantinya bisa melahirkan atlet-atlet di Kota Surakarta," tegasnya. Antusiasme warga terhadap olahraga ini pun dinilai sangat luar biasa, terlihat dari banyaknya interaksi di media sosial resmi ORADO Surakarta di mana banyak warga yang mengirimkan pesan langsung untuk bergabung sebagai anggota maupun atlet.

Sebagai wujud nyata pembinaan dan promosi dalam waktu dekat, ORADO Surakarta tengah bersiap menggelar sebuah ajang bergengsi yang berkolaborasi dengan jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI). "Nanti pada tanggal 27 September 2026, kita bersama dengan TNI dalam hal ini Kodim Surakarta, kita akan memecahkan rekor MURI dalam open turnamen ORADO memperingati HUT TNI ke-81," papar Bhanad. Ia merinci bahwa turnamen pemecahan rekor tersebut akan digelar secara gratis dengan total hadiah mencapai sepuluh juta rupiah. Pihak penyelenggara menargetkan partisipasi minimal 64 tim, yang berarti akan ada 128 peserta yang saling adu strategi, mengingat setiap tim domino terdiri dari dua orang pemain.

Dalam membangun ekosistem olahraga yang kuat, struktur kepengurusan ORADO di Kota Surakarta dibentuk dengan merangkul berbagai elemen strategis. Tidak hanya melibatkan jajaran internal dari Rutan Surakarta, organisasi ini juga menggandeng para pengusaha, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), pelaku ekonomi kreatif, hingga tokoh-tokoh masyarakat setempat. "Alhamdulillah kita membuka secara lebar bagaimana olahraga domino ini menjadi PR kita bersama untuk bisa menjadikan domino ini salah satu objek untuk memintarkan Indonesia," jelas Bhanad mengenai visi inklusif organisasinya.

Ia pun menutup wawancara dengan sebuah komitmen dan harapan besar bagi kemajuan olahraga di kotanya. "Komitmen kami adalah bisa membanggakan dan mengharumkan nama Kota Surakarta dengan prestasi olahraga domino," pungkasnya.
Berita Lainnya Lihat Selengkapnya