KONI Solo Gencarkan "Sport Tourism", Dorong Ekonomi dan Prestasi Atlet
30 August 2026, 08:57:413 hours from now

news-image
SURAKARTA 30/08/26 — Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Surakarta periode 2025-2029, Her Suprabu, memaparkan strategi percepatan sport tourism atau pariwisata berbasis olahraga dalam acara sertifikasi jurnalistik yang digelar di Solopos. Her menegaskan komitmen KONI untuk menjadikan Solo sebagai kota budaya, prestasi, dan tujuan utama perhelatan olahraga nasional, sejalan dengan program Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Surakarta.

​Pengembangan olahraga di Solo saat ini dinilai tidak lagi sekadar hobi, melainkan telah menjadi gaya hidup dan budaya yang mampu menggerakkan berbagai sektor. Her Suprabu menjelaskan bahwa konsep sport tourism di Solo bertumpu pada penyelenggaraan event yang sangat intensif, di mana hampir setiap akhir pekan kota ini rutin menjadi tuan rumah berbagai kompetisi. Beberapa di antaranya meliputi maraknya ajang lari komunitas, Piala Wali Kota Taekwondo, hingga kejuaraan Pencak Silat Piala Panglima. Banyaknya event berskala nasional ini secara otomatis memberikan ruang bagi atlet lokal untuk menambah jam terbang dan mengasah prestasi tanpa perlu menghabiskan biaya untuk bertanding ke luar kota. Di sisi lain, kehadiran para peserta dari luar daerah memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat lokal, karena mereka turut menjadi wisatawan yang menghidupkan sektor penginapan, kuliner UMKM, hingga pariwisata budaya seperti Keraton dan Pura Mangkunegaran.

​Keberhasilan ekosistem pariwisata olahraga ini tentunya didukung penuh oleh infrastruktur berstandar internasional yang sangat memadai di Surakarta. Berbagai fasilitas unggulan seperti Stadion Manahan, GOR Manahan, hingga fasilitas velodrome balap sepeda yang menjadi satu-satunya di Jawa Tengah, terus dimaksimalkan penggunaannya. Selain itu, Her juga menyoroti keberadaan enam lapangan latihan berstandar internasional peninggalan ajang Piala Dunia U-17 lalu. Ia mendorong agar lapangan-lapangan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk cabang olahraga lain yang membutuhkan ruang luas, seperti panahan, sehingga fasilitas mewah tersebut tidak rusak akibat terbengkalai.

​Lebih lanjut, Her menekankan pentingnya partisipasi aktif dari komunitas lokal dalam setiap kegiatan olahraga. Ia mengingatkan agar komunitas seperti klub lari di Solo selalu dilibatkan sebagai bagian dari pelaksana atau peserta, sehingga mereka tidak hanya menjadi penonton di rumah sendiri saat ada event besar. Ke depan, Solo juga tengah bersiap menatap sejarah baru dengan merintis penyelenggaraan Pekan Olahraga Remaja pertama yang ditargetkan berlangsung pada tahun 2027 mendatang. Untuk mewujudkan seluruh agenda besar ini dan menjaga keberlanjutan ekosistem olahraga, KONI Surakarta menyadari bahwa pendanaan tidak bisa bergantung sepenuhnya pada anggaran pemerintah. Oleh sebab itu, sinergi dengan para sponsor dan pihak ketiga dinilai sangat mutlak diperlukan guna memajukan olahraga Surakarta.
Berita Lainnya Lihat Selengkapnya