SURAKARTA, konisolo.com 12/09/26 – Upaya membangkitkan kembali kejayaan olahraga tenis meja di Kota Bengawan terus dimatangkan melalui kolaborasi lintas sektor. Momentum kebangkitan ini ditandai dengan kunjungan strategis Ketua Umum Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Jawa Tengah, Brigjen Pol (Purn) Lukas Ary Dwiko Utomo, ke markas Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS) baru-baru ini. Kunjungan ini menjadi langkah nyata dari pengurus provinsi untuk memperkuat sinergi demi melahirkan kembali bibit-bibit unggul dari Surakarta.
Dalam kunjungannya, Brigjen Pol (Purn) Lukas Ary Dwiko Utomo memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif dan kemandirian pembinaan olahraga yang dilakukan oleh PMS. Ia menekankan bahwa semangat kemandirian dalam membenahi fasilitas dan mendampingi atlet secara swadaya ini patut menjadi percontohan bagi cabang olahraga lain, serta bagi pengurus PTMSI di 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Lukas juga mendorong agar kolaborasi ini terus meluas dengan melibatkan pemerintah daerah, dunia usaha, hingga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Sinyal positif dari keterlibatan sektor usaha ini turut terlihat dengan hadirnya pemerhati tenis meja sekaligus Komisaris Utama JTAB Perseroda, Anas, dalam pertemuan tersebut.
Kunjungan jajaran PTMSI Jawa Tengah itu disambut hangat oleh Ketua PMS, Martono. Ia menjelaskan bahwa Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS) saat ini memang tengah memusatkan perhatian pada fase reborn atau kebangkitan kembali olahraga tenis meja, setelah sebelumnya konsisten membina empat cabang olahraga unggulan yakni bulutangkis, wushu, taekwondo, dan angkat besi. Martono menegaskan bahwa PMS sedang mengebut pembenahan di berbagai lini, mulai dari perbaikan infrastruktur hingga sistem pendampingan atlet, demi mengulang sejarah kejayaan diklat tenis meja mereka di era 2005 yang sukses menembus level nasional.
Langkah besar untuk mengembalikan masa keemasan tenis meja ini juga mendapat dukungan penuh dari Ketua Umum PTMSI Kota Surakarta, Antonius Sulistyo Wibowo. Antonius menyambut baik inisiatif dan sinergi yang terjalin antara pengurus tingkat provinsi, kota, dan PMS. Menurutnya, pertumbuhan klub tenis meja di Solo saat ini memberikan dampak positif karena semakin membuka ruang bagi generasi muda untuk berlatih. Ia secara khusus menyoroti keistimewaan Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS) yang bergerak murni di bidang sosial tanpa mencari keuntungan komersial, sebuah dedikasi yang sangat membantu di tengah sistem pembinaan klub-klub lain yang umumnya membutuhkan anggaran mandiri yang cukup besar.
Terkait dukungan pembinaan secara lebih luas di tingkat kota, Antonius menjelaskan bahwa PTMSI Kota Surakarta selama ini terus berupaya maksimal mengelola dana stimulan dari KONI yang disalurkan dalam tiga termin atau setiap empat bulan sekali. Dana stimulan tersebut dioptimalkan untuk menyokong berbagai agenda strategis pembinaan, mulai dari pengiriman atlet ke Kejuaraan Provinsi (Kejurprov), penyelenggaraan event atau turnamen lokal, pembelian perlengkapan atlet, hingga pemberian bantuan peralatan kepada Perkumpulan Tenis Meja (PTM) di Solo yang telah memiliki Surat Keputusan (SK) resmi kepengurusan.
Sebagai tindak lanjut konkret dari pertemuan sinergis antara PTMSI Jateng, PTMSI Kota Surakarta, Pihak PMS telah menyiapkan langkah taktis. Pembinaan atlet ke depan akan difasilitasi dengan penyediaan ruang pemusatan latihan baru yang berlokasi di depan gedung RRI Surakarta. Untuk memastikan program berjalan maksimal, sebanyak tiga orang perwakilan dari PMS telah ditunjuk secara resmi untuk mengelola dan mengatur jalannya pemusatan latihan tersebut. Melalui komitmen bersama ini, ekosistem tenis meja Kota Surakarta diyakini akan semakin kuat dan siap kembali mencetak atlet berprestasi.