SURAKARTA, konisolo.com – Gemuruh semangat ribuan pesilat mewarnai GOR Indoor Manahan, Surakarta, pada Jumat (11/9/2026). Kemeriahan ini merupakan bagian dari seremoni pembukaan Open Turnamen Pencak Silat Tingkat Nasional memperebutkan Piala Panglima TNI 2026, yang diselenggarakan dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Ajang bergengsi ini secara resmi dibuka oleh Komandan Korem (Danrem) 074/Warastratama, Letkol Inf Mohammad Miftahor Riski. Turut hadir dalam acara pembukaan tersebut, Ketua Umum KONI Kota Surakarta, Her Suprabu, Ketua Umum IPSI Kota Surakarta, Ito Indra, serta perwakilan dari Pemerintah Kota Surakarta.
Dalam keterangannya, Letkol Inf Mohammad Miftahor Riski menyampaikan bahwa kejuaraan ini merupakan wujud komitmen TNI dalam menjaga dan mengembangkan potensi olahraga beladiri asli Indonesia.
"Event ini adalah event skala nasional, Open Turnamen Pencak Silat Piala Panglima TNI. Diselenggarakan oleh Bapak Panglima untuk mendukung prestasi olahraga nasional, salah satunya pencak silat. Pencak silat ini merupakan akar budaya dari bangsa kita sendiri sehingga perlu dilestarikan," tegas Danrem 074/Warastratama.
Ada strategi khusus dalam gelaran tahun ini, di mana pihak penyelenggara sengaja memisahkan kelas pertandingan untuk kategori TNI-Polri dengan kelas umum guna memaksimalkan penjaringan atlet secara intensif.
"Nggih, kelas TNI-Polri memang sengaja kita pisahkan. Di situ nanti kita juga mencari atlet-atlet yang mungkin bisa dibina lagi lebih jauh dan lebih intensif. Tapi, mungkin ada juga prajurit TNI-Polri yang ikut di kelas umum," jelas Letkol Riski.
Terpilihnya Kota Bengawan sebagai tuan rumah penyelenggaraan event berskala nasional yang diikuti oleh 1.750 peserta ini mendapat apresiasi tinggi dari insan olahraga di Surakarta. Ketua Umum KONI Kota Surakarta, Her Suprabu, menyambut baik antusiasme luar biasa dari para peserta yang datang dari berbagai penjuru daerah.
"Ya, tentunya alhamdulillah kita Kota Surakarta tahun ini mendapatkan kesempatan untuk menjadi tuan rumah Open Turnamen Pencak Silat Piala Panglima TNI dengan peserta hampir 1.600. Tentunya ini menjadi ajang bagi para pesilat di Kota Surakarta untuk terus mengasah kemampuan dan meraih prestasi," ungkap Her Suprabu penuh semangat.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum IPSI Kota Surakarta, Ito Indra, memandang turnamen ini memiliki nilai strategis yang jauh lebih luas, tidak hanya sekadar ajang unjuk gigi, tetapi juga sebagai peta jalan pembinaan menuju ajang bergengsi selanjutnya.
"Dengan adanya Piala Panglima ini tentunya kita sangat berterima kasih serta antusiasmenya sangat tinggi. Yang pertama, kita menjelang Porprov, jadi kita tahu calon-calon atlet kita itu seperti apa serta target-target kita ke depannya," jelas Ito Indra.
Lebih lanjut, Ito juga menyoroti dampak berganda (multiplier effect) dari kehadiran ribuan atlet dan official di Kota Surakarta selama turnamen berlangsung dari tanggal 11 hingga 13 September 2026.
"Dan tentunya kurang lebih ini akan menjadi tolak ukur bahwasanya Solo ini menjadi kota wisata olahraga (sports tourism), serta mampu menumbuhkan perekonomian untuk UMKM di sekitar," tutupnya.
Melalui ketatnya persaingan di atas matras GOR Manahan ini, diharapkan akan lahir atlet-atlet pencak silat—baik skala nasional maupun internasional—yang siap mengharumkan nama bangsa di masa mendatang.